Almond merupakan salah satu novel fiksi karya Sohn Won-Pyung. Beliau merupakan seorang penulis yang berasal dari Seoul, Korea Selatan. Karya sastranya ini menjadi salah satu buku yang populer, bahkan berkat karyanya tersebut Sohn Won-Pyung berhasil meraih penghargaan Hadiah Changbi.
Judul: Almond
Penulis: Sohn Won-Pyung
Cetakan pertama: 2017
Cetakan terjemahan pertama: April 2019
Cetakan buku yang kubaca merupakan cetakan ke delapan: Agustus 2021
Penerjemah: Suci Anggunisa Pertiwi
Halaman cerita: 222 halaman
Halaman keseluruhan: 230 halaman
Novel ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup seorang anak laki-laki berusia 15 tahun, bernama Seon Yoonjae. Pada perjalanannya, Yoonjae mengalami Alexithymia atau ketidakmampuan mengungkapkan emosi. Hingga pada beberapa waktu bahkan seringkali Yoonjae dianggap sebagai ‘monster’ karena kekurangannya tersebut.
Bukan hal yang mudah bagi orang-orang seperti Yoonjae. Mereka terus berusaha untuk dapat mengerti dan memahami suasana sekitar sesuai dengan apa yang terjadi kala itu. Alexithymia dianggap sebagai penyakit psikologis langka yang ditemukan sejak tahun 1970-an. Penyakit tersebut menyerang amigdala atau dalam bahasa populernya dikenal dengan sebutan almond yang terletak tepat berada dalam otak di antara belakang teliga hingga kepala. Amigdala inilah yang membantu manusia untuk mengelola dan merespon emosi yang muncul.
Semua orang memiliki amigdala, begitu juga dengan Yoonjae. Tetapi yang membedakannya ialah amigdala yang dimiliki Yoonjae diketahui berukuran kecil. Selain akibat dari amigdala yang berukuran kecil, Alexithymia ini terjadi karena kurang berkembangnya rasa emosional selama masa kanak-kanak, juga pasca-gangguan stress traumatis. Namun, dari hasil studi penelitian para ahli diketahui bahwa emosi seperti rasa takut dan cemas pada penderita tersebut dapat berkembang bila terus dilatih.
Perjalanan Yoonjae yang terus melatih dirinya agar dapat mengelola emosi dengan baik menjadi kisah dan kilas balik yang menyentuh hati pada setiap halaman novel ini. Diiringi dengan banyak hal terjadi pada kehidupan sosialnya, seperti keluarga, persahabatan, dan jalinan cinta yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan Yoonjae yang semakin dewasa itu akhirnya mampu mengantarkannya pada sebuah keputusan hidup yang ia banggakan.
Lalu, setelah itu apa yang terjadi? Kamu akan menemukan jawabannya ketika membaca lengkap novel karya Sohn Won-Pyung ini, readers!
Alur cerita dan karakter tokoh utama dalam novel ini berhasil membuat pembacanya tertegun (termasuk aku). Perjalanan kehidupan yang rumit dapat dibalut dengan hangat tetapi juga sedikit membiru sedu, dan sesekali membuat pembaca ingin segera menyelesaikan bacaannya. Dengan bahasa terjemahannya yang mudah dipahami, tentu tidak akan membuat kebingungan.
Ilmu psikologi yang dikemas dalam sebuah cerita panjang seperti novel ini memang selalu menjadi bagian karya sastra yang ciamik dari banyaknya novel yang ada. Aku memberinya rating 9,8/10.
Entah kenapa, kisah perjalanan hidup yang rumit selalu menyuguhkan makna hidup yang berharga. Seperti novel Almond karya Sohn Won-Pyung ini yang mampu menyampaikan pesan dengan tepat sasaran pada setiap hati pembacanya. This is really recommendation for those who want to read books.
“Tidak ada manusia yang tidak bisa diselamatkan. Yang ada hanya orang-orang yang berhenti mencoba untuk menyelamatkan orang lain.” -Almond: 103
Bagaimana? Tertarik untuk membaca kisah Yoonjae? Buku ini bisa kamu cari di toko buku kesayanganmu yaaa readers!
Jadi, yuk baca buku!
Terima kasih sudah singgah membaca laman ini, sampai nanti!


.jpeg)
